Jumat, 08 Desember 2017

DESAIN PEMBELAJARAN MEMBACA

DESAIN PEMBELAJARAN MEMBACA
“MENGANALISIS TEKS CERITA SEJARAH MENGGUNAKAN MODEL MEMBACA ATAS BAWAH PADA KELAS XII SEMESTER 1”

1.    KONSEP

1.1        Teks Cerita Sejarah

Teks Sejarah merupakan teks yang didalamnya menjelaskan/menceritakan tentang fakta/kejadian masa lalu yang menjadi asal muasal sesuatu yang memiliki nilai sejarah.

1.1.1        Ciri Teks Cerita Sejarah

-          Disajikan secara kronologis atau urutan peristiwa atau urutan kejadian.
-          Bentuk teks rekon atau teks cerita ulang
-          Struktur teks orientasi, urutan peristiwa, reorientasi.
-          Sering menggunakan konjungsi temporal.
-          Berisi berupa fakta.

1.1.2        Struktur Teks Cerita Sejarah

-          Orientasi
Merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari teks cerita sejarah.
-          Urutan Peristiwa
Merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang biasanya disampaikan dalam urutan kronologis.
-          Reorientasi
Berisi komentar pribadi penulis tentang peristiwa atau kejadian sejarah yang diceritakan. Bagian ini merupakan tahapan yang bersifat pilihan, artinya boleh saja bagian ini tidak disajikan oleh penulis teks cerita sejarah.

1.1.3        Kaidah Kebahasaan Teks Sejarah

-          Pronomina (kata ganti)
Kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung.
-          Frasa adverbial
Kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.
-          Verba material
Kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu.
-          Konjungsi Temporal (kata sambung waktu)
Berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal.

1.2        MODEL PEMBELAJARAN

1.2.1        Model Membaca Atas Bawah

Model Membaca Atas Bawah (MMAB) merupakan model membaca yang berdasarkan cara pandang bahwa yang mempunyai pesan utama (primer) dalam membaca adalah kompetensi kognitif dan kompetensi bahasa dan bacaan mempunyai peran sekunder. Dengan model ini, pembaca hanya melihat simbol-simbol grafis seperlunya saja dan selebihnya (sebagian besar) pembaca menggunakan kompetensi kognitif dan bahasa yang telah dimilikinya. Karena kompetensi kognitif dan bahasa berada di atas (otak) dan simbol-simbol grafis berada di bawah (bacaan), model membaca seperti ini disebut model membaca atas bawah.
Pada model membaca atas bawah terlebih dahulu pembaca menebak atu mengira-ngira makna atau maksud apa yang terdapat dalam bacaan. Misalnya bila si pembaca mengetahui tantang ilmu kebahasaan kemudian dia membaca buku tentang kebahasaan maka si pembaca tersebut akan berpikir terlebih dahulu kira-kira apa yang akan dibahas dalam buku tersebut, sebelum membacanya. Bila proses membacanya berlangsung si pembaca tidak akan mengalami banyak kesulitan tentang makna yang dimaksud oleh penulis buku karena si pembaca sudah memiliki pengetahuan tentang ilmu kebahasaan.
Proses model membaca atas bawah:
-          Mata melihat pada teks,
-          Berpikir dan menduga tentang makna,
-          Melihat kalimat sebagai contoh keseluruhan untuk mencari makna,
-          Untuk mencari makna lebih jauh, melihat pada kata-kata,
-          Jika masih belum pasti, melihat lagi pada huruf-huruf,
-          Kemudian kembali pda pemikiran makna.

2.    DESAIN PEMBEELAJARAN

2.1    Sintakmatik Model

2.1.1   Penentuan Pertanyaan Mendasar (Start With the Essential Question).

Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan esensial, yaitu pertanyaan yang dapat memberi penugasan peserta didik dalam melakukan suatu aktivitas. Mengambil topik yang sesuai dengan realitas dunia nyata dan dimulai dengan sebuah pemecahan masalah yang mendalam. Pengajar berusaha agar topik yang diangkat relevan untuk para peserta didik.

2.1.2   Mendesain Perencanaan Proyek (Design a Plan for the Project)

Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara pengajar dan peserta didik. Dengan  demikian peserta didik diharapkan akan merasa “memiliki” atas proyek tersebut. Perencanaan berisi tentang aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan esensial, dengan cara mengintegrasikan berbagai subjek yang mungkin, serta  mengetahui alat dan bahan yang dapat diakses untuk membantu penyelesaian proyek.

2.1.3   Menyusun Jadwal (Create a Schedule)

Pengajar dan peserta didik secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan proyek. Aktivitas pada tahap ini antara lain: (1) membuat timeline untuk menyelesaikan proyek, (2) membuat deadline penyelesaian proyek, (3) membawa peserta didik agar merencanakan cara yang baru, (4) membimbing peserta didik ketika mereka membuat cara yang tidak berhubungan dengan proyek, dan (5) meminta peserta didik untuk membuat penjelasan (alasan) tentang pemilihan suatu cara.

2.1.4   Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek (Monitor the Students and the Progress of the Project)

Pengajar bertanggungjawab untuk melakukan monitor terhadap aktivitas peserta didik selama menyelesaikan proyek. Monitoring dilakukan dengan cara menfasilitasi peserta didik pada setiap roses. Dengan kata lain pengajar berperan menjadi mentor bagi aktivitas peserta didik. Agar mempermudah proses monitoring, dibuat sebuah rubrik yang dapat merekam keseluruhan aktivitas yang  penting.

2.1.5    Menguji Hasil (Assess the Outcome)

Penilaian dilakukan untuk membantu pengajar dalam mengukur ketercapaian standar, berperan dalam mengevaluasi kemajuan masing- masing peserta didik, memberi umpan balik tentang tingkat pemahaman yang sudah dicapai peserta didik, membantu pengajar dalam menyusun strategi pembelajaran berikutnya.

2.1.6   Mengevaluasi Pengalaman (Evaluate the Experience)

Pada akhir proses pembelajaran, pengajar dan peserta didik melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan. Proses refleksi dilakukan baik secara individu maupun kelompok. Pada tahap ini peserta didik diminta untuk mengungkapkan perasaan dan pengalamanya selama menyelesaikan proyek. Pengajar dan peserta didik mengembangkan diskusi dalam rangka memperbaiki kinerja selama proses pembelajaran, sehingga pada akhirnya ditemukan suatu temuan baru (new inquiry) untuk menjawab permasalahan yang diajukan pada tahap pertama pembelajaran.

2.2    Sistem Sosial

-   Siswa memecahkan problem-problem yang kompleks.
-   Melakukan kerja kelompok dalam proyek memerlukan siswa mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi. Kelompok kerja kooperatif, evaluasi siswa, pertukaran informasi online adalah aspek-aspek kolaboratif dari sebuah proyek.
-   Siswa meningkatkan keterampilan mengelola sumber. Bagian dari menjadi siswa yang independen adalah bertanggungjawab untuk menyelesaikan tugas yang kompleks.

2.3    Prinsip Reaksi

-   Siswa aktif dalam kegiatan belajar mengajar
-   Siswa bekerja dan secara produktif menemukan berbagai pengetahuan melalui   pembelajaran proyek.
-   Siswa mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi melalui kerja kelompok.
-   Pengajar hanya mengamati dan memantau jalannya kegiatan belajar mengajar baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

2.4    Sistem Pendukung

Guru membuat power point sebagai media pembelajaran.Pengajar merancang desain atau membuat kerangka proyek yang bermanfaat dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh pelajar dalam mengembangkan pemikiran terhadap proyek tersebut sesuai dengan kerangka yang ada.Guru memberikan rubrik penilaian portofolio kepada siswa untuk memonitor kegiatan siswa.

2.5    Dampak Instruksional dan Pengiring

2.5.1   Dampak Instruksional

a.    Memahami materi
b.    Menggunakan kemampuan bertanya dan berpikir.
c.    Menuliskan pokok-pokok materi
d.   Menciptakan karya sesuai dengan pengalaman siswa
e.    Mengaplikasikan hasil belajar lewat tindakan.

2.5.2   Dampak Pengiring

a.    Siswa akan berpikir lebih kritis dalam membuat keputusan
b.    Siswa memiliki rasa bertanggung jawab
c.    Kesadaran tentang rasa kekeluargaan
d.   Mendapatkan sebuah pelajaran yang dapat diambil hikmahnya

3.    IMPLEMENTASI DESAIN PEMELAJARAN

Sekolah                 : SMP Negeri
Kelas/Semester      : VII/1
Mata Pelajaran      : Bahasa Indonesia
Materi Pokok        : Teks Cerita Sejarah
Alokasi waktu       :  1 x 45 menit (1 x pertemuan)
A.           Kompetensi Dasar dan Indikator
Kompetensi Dasar
Indikator
3.3 Menganalisis teks cerita sejarah, .... baik melalui lisan maupun tulisan

1.      Menentukan ide pokok paragraf teks cerita sejarah.
2.      Mengidentifikasi struktur dan kaidah kebahasaan teks cerita sejarah.

B.            Tujuan Pembelajaran
1.      Siswa mampu menyimpulkan pengertian teks cerita sejarah,
2.      Siswa mampu menentukan ide pokok paragraf teks cerita sejarah
3.      Siswa mampu menjelaskan kaidah kebahasaan teks cerita sejarah
4.      Siswa mampu menganalisis kembali teks narasi yang telah dibuatnya.
C.           Materi Pokok
1.        Pengertian teks narasi
2.        Struktur teks narasi
3.        Kaidah kebahasaan teks narasi
4.        Contoh teks narasi
D.           Pendekatan, Model
1.      Pendekatan  : Komunikatif
2.      Model          : Model Membaca Atas Bawah (MMAB)
E.            Media
-   Teks cerita sejarah
-   Buku cerita sejarah
-   Film tokoh inspiratif
F.            Sumber Belajar
-   Buku teks
-   Buku siswa
-   Buku refrensi
G.           Langkah- Langkah Pembelajaran
Pertemuan
Langkah-Langkah
Metode/ Teknik
Alokasi Waktu
Ke-1
A. Kegiatan Awal (Orientasi, motivasi, dan acuan)
1.      Guru memberikan orientasi dan motivasi tentang pembelajaran yang akan dilakukan
2.      Guru menjelaskan acuan yang akan dipakai dalam pembelajaran yang akan dilakukan
B. Kegiatan Inti
1.      Siswa mendengarkan penjelasan tentang teks cerita sejarah
2.      Siswa mengelompokkan diri dan berdiskusi dan menganalisis tentang teks ccerita sejarah
3.      Siswa memaparkan hasil diskusi yang telah dilakukan
4.      Siswa menanyakan kesulitan yang dihadapi dalam cerita sejarah
C. Kegiatan Penutup
1.      Siswa dan guru merefleksi kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan
Ceramah









Ceramah

Diskusi


Presentasi

Tanya Jawab


Ceramah



10 Menit








5 Menit

15 Menit


10 Menit



5 Menit

H.           Evaluasi
-   Tes Tulis (uraian)
-   Tes Tulis (produksi)

-   Rubrik